Kecanduan Ngeseks dengan Teman Online



Rendah harga diri ketika masih remaja, Becky menjadi kecanduan untuk berhubungan seks dengan orang asing ia temui secara online.

Rasa rendah diri saat remaja membuat Becky kecanduan berhubungan seks dengan orang asing yang ia temui secara online. Hal itu ternyata demi mendongkrak rasa percaya diri.

Gadis dari Exeter, Inggris itu masih berusia 15 tahun saat pertama kali berkenalan dengan orang asing via internet, membuat temu kencan, kemudian bercinta.

Pengalaman pertamanya adalah dengan pria--sebut saja Stuart, yang mengaku berusia 24 tahun. Becky dan Stuart bertemua di sebuah situs kencan di internet. Selama enam bulan, keduanya saling chatting mulai dari mencurahkan pujian sampai disisipi pesan seksual.

Dari pacaran virtual, mereka pun memutuskan kopi darat atau bertemu langsung. Becky melakukan perjalanan 200 mil hanya untuk bertemu dengannya.

"Dia tidak menarik dan lebih mirip pria berusia 40 tahunan. Tapi, tetap saja, kita langsung ke hotel dan berhubungan seks. Saya ingat merasa gugup, tapi itu lebih cepat," cerita Becky.

Dan pertemuan itu menjadi awal dari kecanduan berhubungan seks dengan laki-laki yang ditemuinya di internet, selama lima tahun terakhir.

"Saya merasa terdegradasi tetapi, pada saat yang sama, aku terpikat pada kegembiraan dan perhatian mendambakan," ujarnya.

Cerita Becky ini tentu saja membikin prihatin. Apalagi menilik latar belakangnya yang seorang murid berperilaku baik di sekolahnya.

Namun pada malam hari, dia melanglang sampai tujuh situs kencan yang berbeda. Bertukar pesan eksplisit untuk mencari pasangan kencan dan melakukan tindakan seks, atau biasa disebut cybersex.

Dan seperti kebanyakan orangtua, keluarganya juga tidak menyadari bagaimana Becky menghabiskan waktu online-nya. Ibu Becky pun hanya berpikir puterinya itu sedang menginap di rumah temannya.

Padahal dalam kurun lima tahun Becky setidaknya telah mengencani 40 orang asing yang dikenal secara online.

Tapi Becky kini memilih untuk terbuka mengenai masalahnya itu. Dia berharap remaja lain tidak mengikuti jejaknya masuk perangkap kencan online yang mengintai gadis remaja.

Profesor Andrew Phippen, yang memimpin penelitian, percaya bahwa seks online sebagai transaksi tanpa jiwa. Di mana gambar-gambar bagian tubuh diperdagangkan melalui internet seperti mata uang - mendistorsi pandangan perempuan muda dari seks dan hubungan.

Sedangkan bagi Baggaley Jonathan, kepala pendidikan di Eksploitasi Anak dan Pusat Perlindungan Online, bahaya terbesar untuk gadis-gadis muda adalah meningkatnya penggunaan webcam.

"Fasilitas ini mempermudah percakapan lebih genit. Website kencan akan berubah menjadi percakapan webcam yang dapat menyebabkan mereka untuk dibujuk untuk berbuat lebih banyak dan lebih online," ujarnya.

Keingintahuan remaja saat pubertas merupakan suatu hal alami. Tapi jika tidak bijaksana menyikapinya, maka konsekuensinya bisa sangat serius. (dailymail/anjar)

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers

Google+ Followers

Recent Comments